Hari selasa
25 september kemarin merupakan hari terkutuk…kenapa?
kota
Jakarta
tercinta seakan akan mengalami pemanasan yang luar biasa..yeap..
Dimulai
dengan perjuangan saya mencari satu set senar gitar di pusat perbelanjaan yang
letaknya persis di seberang kampus saya..dengan tekad luar biasa saya mencoba
melangkahkan kaki menyeberang jalan menuju pusat perbelanjaan tersebut
(tentunya dengan TIDAK menggunakan jembatan penyebrangan yang disediakan oleh
pemerintah,karena saya termasuk salah satu pelanggar hukum yang paling taat).
Setelah sepanjang jalan saya mengutuki kendaraan umum maupun pribadi yang
melintas karena mereka sukses membuat udara yang saya hirup menjadi tidak
sedap,saya masuk ke pusat perbelanjaan tersebut dan langsung ke toko yang
menjual peralatan musik. Saya bertanya pada penjaga toko
Saya
(S) : Mas, ada satu set
senar nilon ga?
Penjaga
Toko (PT) : Lho?situ pake senar nilon?
S : iya.emang kenapa mas?
PT : dari
potongannya..situ pasti suka musik rock,dan orang yang suka musik rock biasanya
milih senar string..aneh..
S : saya rocker gagal mas..
dengan
sedikit merendah dan mengakui kegagalan saya, saya berharap si penjaga toko
segera memberikan apa yang saya minta tanpa banyak bicara..
PT : ga
sedikit orang seperti situ yang mencoba cerita ke saya tentang kegagalan
mereka..
S :%$@%$# (siapa juga yang mau curhat!!)
PT :
tapi…senar nilonnya abis mas…
S :%@!!^%#
PT :Dunia
musik memang lagi heboh..karena..
S : %^@^&%$#&%^@
PT
:Kelangkaan senar nilon..
S :%$@@!!$@!$
PT
:banyak juga orang kaya situ…
tanpa
peduli lanjutan dari si penjaga toko…saya langsung ngeloyor pergi dari toko
itu dan memutuskan untuk pulang..
Cerita
tidak berakhir disini…
sepanjang
siang saya mengutuki
jakarta
yang panas..Global Warming yang telah menjadi isu international betul2 saya
rasakan dampaknya..
gaya
rambut saya yang merupakan konduktor yang baik berhasil membuat sengatan matahari
terasa sampai ke ubun - ubun..ditambah dengan kenyataan bahwa bus
kota
yang saya tunggu
tidak kunjung tiba..kutukan2 yang keluar dari mulut saya makin deras dan
buas…
Bus yang
saya tunggu akhirnya tiba..dan saya meluncur menuju rumah yang cukup saya
cintai..
Sesampainya
di rumah saya langsung mandi sambil tetap mengutuki orang2 yang berperan besar
terhadap pemanasan global ini…membuat
jakarta
semakin panas..
saya pun
merebahkan diri sambil online dengan salah satu temen saya dan menceritakan
bagaimana panasnya
kota
jakarta
..
di sela
sela obrolan kami..saya tersadar bahwa sudah terlalu banyak orang saya kutuk
hari itu,bahwa sebenarnya saya juga termasuk orang2 terkutuk itu, bahwa saya
juga membuang sampah sembarang, bahwa saya terkadang tidak menggunakan listrik
secara efisien, bahwa saya tidak peduli terhadap tumbuh tumbuhan di halaman
rumah saya,dan bahwa saya tidak melakukan apa apa selain mengutuk..
akhirnya
saya mulai mengutuk diri saya sendiri..dan mencoba melakukan sesuatu..saya
mulai mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan..dan sore harinya saya
menyiram semua tanaman yang ada di rumah saya tanpa kecuali..
dan hari
yang terkutuk itu berakhir dengan sebuah doa bahwa semoga tidak ada lagi orang2
seperti saya yang hanya bisa mengutuk.
semoga
semakin banyak orang yang peduli pada lingkunganya..dan peduli pada bumi ini..
Regards,
Benny
People
become fool when they stop asking a question.